Kesan Mengikuti Perkuliahan Jurnalisme Dakwah
Alpia Nur Zakiyyah Atorid
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Mempelajari, memahami ilmu yang baru menjadi sebuah keistimewaan tersendiri bagi saya. Menjadi bagian dari salah satu mahasiswa jurusan komunikasi dan penyiaran Islam yang dimana salah satunya saya menerima sebuah pelajaran mengenai jurnalisme dakwah. Memang benar sebuah kewajiban bagi kita umat muslim untuk menuntut ilmu dan alangkah baiknya kita terapkan dan memnagikan ilmunya. Mungkin ini menjadi yang pertama kalinya bagi saya dibawa untuk menuntut aktif dalam melakukan tugas. Pelajaran yang diberikan awal rasa sangat berat untuk dilakukan, tapi pada akhirnya ini menjadi sebuah keuntungan yang begitu besar bagi saya. Saya tidak pernah sebelumnya untuk mencari tahu tentang jurnalisme, cara menulis artikel, opini, pembuatan berita, membuat video dengan berbagai macam. Dari sana nyatanya aku belajar begitu banyak hal yang belum pernah aku lakukan seserius ini sebelumnya. Benar kata orang “dipaksa, dipaksa, terbiasa”, bukan sebuah ungkapan saja, tapi pada dasarnya segala sesuatu itu harus kita paksakan dan keluar dari zona nyaman kita agar menjadi sebuah kebiasaan yang baik tentunya. Saya kagum pada bapak dosen jurnalisme dakwah, pak Dr. Uwes Fatoni M.Ag. yang mana lebih banyak membangun praktek dan mengasah kemampuan anak didiknya. Hal ini melatih kemampuan yang terpendam pada seorang anak mahasiswanya dan membuat mahasiswa menjadi berkembang dengan sangat baik. Pada saat ini teknologi sudah makin berkembang pesat, sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan dengan baik, kita dapat membagikan ilmu yang kita punya secara mudah, bahkan dapat ber opini dan menjadi pembuat artike atau bahkan berita. Saya sangat menyesal ketika saya tidak tahu harus dimulai darimana untuk mengembangkan bakat, apalagi ini menjadi hal dasar yang penting untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Mengikuti pelajaran yang cukup sullit karena menjadi pertama kalinya bagi saya melakukan praktek, dirasa akan sulit untuk dilaksanakan. Tapi ternyata ini membuat dampak yang begitu besar bagi saya. Menjadi mulai memahami pemanfaatan social media, banyak menulis berita, opini, dan artikel. Itu dapat membantu perkembangan pada pemikiran saya dalam ber opini, tata cara menulis berita yang baik dan benar saya menjadi tahu, membuat artikel yang benar seperti apa, bahkan yang paling saya rasakan adalah kelancaran saya dalam menguangkapkan sebuah kalimat menjadi lebih lancar dan baik. Biar dirasa adanya beberapa kesulitan, adanya keluh kesah, adanya pengorbanan yang lebih besar. Tapi ini bukanlah sebuah hal yang percuma atau sia – sia. Banyak ilmu yang saya dapatkan selain praktek tentunya, saya mendapat ilmu agama yang didapat dari pendakwah yang saya temui sebagai obejk berita saya, terjadinya toleransi terhadap orang sekitar yang saya temui saat saya sedang meliput berita. Menambah wawasan dengan mencari tahu dengan cara membaca ilmu tentang pembuatan artikel, opini, berita lamgsung dan berita opini. Membangun kemandirian dan dituntut untuk mandiri bagaimana mengerjakan editing pada video booster, membuat podcast. Setelah pengerjaan tugas praktek selesai, yang saya syukuri adalah terdapat evaluasi setelah itu, dengan evaluasi dapat menjadikan bahan ajuan dan pembelajaran yang baik bagaimana kedepannya. Apakah ada letak kesalahan yang harus diperbaiki, diberi saran dan kesan dari beliau. Hal ini membuat mahasiswa menjadi sangat diapresiasi dan mengetahui letak kesalahan dalam pembuatan tugasnya dimana. Tentu ini bukanlah hal yang mudah untuk beliau karena menyiapkan sekali banyak materi untuk yang akan dipelajari dan menyiapkan contoh untuk pembuatan berita, artikel, opini, maupun pembuatan video. Saya sangat paham tentu dosen ingin yang terbaik bagi mahasiswanya, membimbing dengan baik, bagaimana cara supaya mahasiswanya dapat mengembangkan kemampuannya, dan dapat menemukan dimana tujuan dia. Salah satu mengembangkan keahlian mahasiwanya yakni dengan mengikut sertakan lomba, mengirimkan opini ke salah satu media koran di Indonesia. Ini sangat – sangat membantu mengasah kemampuan mahasiswanya. Saya kagum kepada bapak Dr. Uwes Fatoni M.Ag. yang begitu banyak meluangkan waktunya untuk membagi ilmunya dan melakukan yang terbaik untuk mahasiswanya. Karena beliau saya dapat mengembangkan kemampuan, dan menambah keahlian saya. Saya mengucapkan banyak terimakasih, semoga ilmu yang bapak sampaikan menjadi lading pahala untuk bapak, dan dapat bermanfaat bagi saya serta semoga saya dapat membagi ilmu jurnalisme dakwah kepada yang lainnya. Aamiin.
Comments
Post a Comment