Omicron dan Tahun Baru



Kabar pertama kalinya Omicron ditemukan di Indonesia disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada pertengahan Desember sekarang. Temuan kasus pertama ini terjadi ketika dimulainya libur akhir tahun. Tidak disangkal akan terjadinya mobilitas masyarakat meningkat yang drastis saat jelang libur tahun baru. Perlukah perketat protokol kesehatan?

Juru bicara vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi menanggapi, himbuan masyarakat untuk tidak berpergian ke luar negeri jika tidak mendesak. Pemerintah hanya memfokuskan masyarakat untuk tidak pergi ke luar negeri saja, padahal dari terkonfirmasi temuan kasus Omicron sudah memiliki kontak erat dengan orang lain. Yakinnya bahwa kasus Omicron merupakan bawaan dari luar negeri, membuaat keyakinan belum adanya penularan di tingkat lokal.

Jelang tahun baru pemerintah perlu melakukan penyekatan wilayah, bermaksud untuk menghindari terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Pemerintah perlu menghimbau masyararakat agar tetap taati protokol kesehatan. Seharusnya pemerintah tidak hanya fokus untuk menghimbau masyarakat tidak boleh berpergian ke luar negeri saja. Apabila kasus Omicron saja sudah ditemukan, tidak menutup kemungkinan sudah terjadi di lokal.

Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko menduga, bahwa Omicron sudah bocor di beberapa wilayah di Indonesia. Tempat terjadinya keluar masuk masyarakat fokus berada di Bali. Diduga sebab kasus Omicron di Australia sedang meningkat. Saat jelang tahun baru pemerintah harus cepat dalam ambil keputusan dan tindakan. Ketidakseriusan pemerintah yang disampaikan oleh Miko dalam menghadapi Omicron membuat pemerintah lambat dalam deteksi temuan kasus Omicron dengan akurat. Lalu apa yang harus dilakukan masyarakat pada tahun baru sekarang?

Masyarakat pernah melewati tahun baru saat sedang Covid-19 tahun kemarin. Kali ini dengan kasus baru varian Covid-19 Omicron, masyarakat mesti meningkatkan kesadaran diri agar tetap terus menaati protokol kesehatan, tidak berpergian ke luar kota atau luar negeri jika tidak mendesak. Jelang tahun baru untuk berlibur atau bertemu sapa dapat dilakukan sementara lewat maya. Melakukan laporan ke RT/RW setempat bila telah melakukan riwayat perjalanan serta lakukan pengecekan medis jika terdapat gejala.   

Alpia Nur Zakiyyah Atorid  / Mahasiswa UIN Bandung

 

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Memahami Peraturan Pemasangan Baliho Dan Spanduk

Ketua Majelis Taklim A l – Hikam Sutawangi Lulusan Pesantren Babakan Ciwaringin

Protokol Kesehatan Untuk Keselamatan Bersama